Invalid Date
Dilihat 23 kali
Bupati Kabupaten Ketapang, Martin Rantan SH di Halaman depan Kantor Camat Senin (12/3) melepas secara resmi Mahasiswa Praktikum Kesehatan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Pontianak bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Kalimantan Barat.
Bupati Ketapang Martin Rantan SH dalam sambutannya menyambut baik program dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dan Universitas Muhammadiyah Pontianak yang berupaya melakukan intervensi Stunting di Kabupaten Ketapang.
“Dengan senang hati Pemkab Ketapang menyambut baik dan menerima mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang mengadakan praktikum kesehatan masyarakat di 10 Desa yang memiliki kasus stunting.di Ketapang,” kata Bupati.
Bupati menuturkan, dengan harapan agar Mahasiswa PKM ini bisa menerapkan ilmu yang didapat di Lembaga Perguruan Tinggi langsung ke lapangan dan dapat menemukan strategis pemberdayaan kesehatan masyarakat. Khususnya dalam pola pikir dan prilaku masyarakat setempat.
“Selain itu hasil kegiatan praktikum kesehatan masyarakat ini ada feedbacknya bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang.” ucapnya.
Hasil feedbacknya lanjut Bupati, nanti tentu berupa data mengenai faktor penyebab stunting dan kependudukan kekuarga berencana. Sehingga bisa dijadikan dasar perencanaan program di bidang kesehatan dan KB.di Kabupaten Ketapang ini. Khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama bayi dan balita.
Menurut Bupati, kegiatan PKM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan KB Perwakilan Kalbar ini merupakan langkah baik. Utamanya terkait isu Nasional yang saat ini sedang berkembang . Yakni mengenai kasus stunting.
Ia mengatakan, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronik, kekurangan giji sejak bayi dalam kandungan dan pada masa anak lahir.
“Di Kabupaten Ketapang ada beberapa kecamatan yang memiliki desa dengan kasus stunting. Antara lain Desa Batu Tajam, Desa Mahawa dan Desa Serengkah kanan Kecamatan Tumbang Titi.” Terang mantan anggota DPRD Ketapang ini.
Dijelaskan Martin Rantan, Intervensi yang strategis dalam penanganan Stunting adalah pada seribu hari pertama kehidupan yaitu masa dalam kandungan hingga usia dua tahun.Oleh karenanya dalam rangka penanganan stunting sejak dini dibutuhkan kerjasama lintas sektoral yang terintegrasi.
“Baik itu bidang kesehatan, keluarga berencana, pendidikan dan kependudukan. Bidang bidang ini terkait erat dengan program pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup sumberdaya manusia.” Jelasnya.
Pembukaan/Pelepasan Mahasiswa PKM pagi itu diwarnai dengan penyerahan bantuan berupa dua peralatan pengeras suara ke Desa Beringin Rayo Tumbang Titi dan Desa Makmur Abadi Desa Sei Melayu Raya. Demikian juga diserahkan bantuan alat tekhnologi tepat guna ke Desa Tempurukan Kecamatan Muara Pawan. Diserahkan pula bantuan makanan tambahan balita ke tiga Desa yang diterima ibu balita Yakni Desa Mahawa, Desa Batu Tajam dan Desa Serengkah Kanan.
Penyerahannya oleh Drs Kusmana Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan penyerahan e- KTP secara simbolis diserahkan langsung Bupati Ketapang Martin Rantan SH kepada tiga kepala Desa dalam wilayah Kecamatan Tumbang Titi, masing- masing Desa Tumbang Titi, Desa Titi Baru dan Desa Mahawa yang diterima oleh tiga Kades tersebut
Hadir segenap Unsur Muspika Tumbang Titi , Para Camat, para Kepala Dinas Instansi, Badan dan Bagian lingkup Pemkab Ketapang, Segenap pihak Akademika Universitas Muhammadiah Pontianak Para Kades, segenap pemuka dan tokoh masyarakat Kecamatan Tumbang Titi, siswa PKM sebanyak 108 orang.
sumber : https://ketapangnews.com/2018/03/bupati-ketapang-lepas-mahasiswa-pkm-universitas-muhammadiyah/
Bagikan:
Desa Tempurukan
Kecamatan Muara Pawan
Kabupaten Ketapang
Provinsi Kalimantan Barat
© 2025 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini